Powered By Blogger

Senin, 03 Oktober 2011

Martir yang Rela Mati demi Mempertahankan Imannya kepada Kristus


Jika dilihat dari sudut pandang dunia, nilai- nilai iman kristiani sebenarnya merupakan hal yang merugikan.Beberapa ini adalah beberapa tokoh yang tetap mempertahankan imannya kepada kristus ( sesudah adanya jemaat pertama )
1.      Theodora dan Didimus kekasihnya.
      Theodora adalah seorang gadis cantik, anggota jemaat yang saleh di Antiokhia. Ia ditangkap dan diadili oleh gubernur Antiokhia. Theodora diperintahkan oleh gubernur agar mempersembahkan kurban kepada dewa- dewa Roma dan Kaisar, tetapi ia menolak dengan tegas. Karena penolakannya, ia mendapat hukuman cambuk, lalu dipenjarakan di ruang bawah tanah.
Theodora mempunyai seorang tunangan bernama Didimus., yang juga seorang Kristen. Karena cintanya yang besar kepada Theodora, Dididmus menyamar menjadi tentara Romawi untuk menemui kekasihnya di ruang bawah tanah. Didimus membujuk Theodora untuk menyangkal Kristus. Sementara ia berbincang- bincang dengan Theodora, penjaga pintu datang.

Singkat cerita, mereka berdua kembali dipaksa untuk menyangkal Kristus dan mempersembahkan kurban kepada Dewa- dewa Romawi dan Kaisar. Tetapi mereka tetap mempertahankan keyakinan mereka. Akhirnya, mereka berdua dihukum mati dengan cara dipenggal kemudian mayatnya dibakar.

Sebelum mereka dipenggal, Didimus sempat mempengaruhi Theodora utnuk menyangkal Kristus. Namun, keputusan Theodora sudah bulat. Keyakinan Theodora itulah yang menyebabkan Didimus ikut mengambil keputusan yang sama, yaitu tetap mengikut Kristus.

2.      Marinus
Marinus adalah seorang tentara Romawi. Marinus adalah seorang tentara yang cakap. Oleh Karena itu, ia dengan mudah mendapatkan jabatan penting dalam ketentaraan Roma. Menurut kebiasaan yang berlaku, seharusnya Marinus haruslah bukan seorang Kristen. Menurut Hukum Romawi kuno, seorang Kristen dilarang menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan.
Marinus dilaporkan bahwa dia adalah seorang Kristen. Oleh karena itu, Arkheus, hakim di Kaisarea, memanggil Marinus untuk meneliti kebenaran laporan tersebut. Di depan hakim, Marinus berterus terang menagku bahwa dia adalah seorang Kristen. Arkheus membujuk Marinus agar dia mau menyangkal imannya supaya ia tetap menduduki jabatan tersebut. Jika tidak, ia akan dibunuh.
Pada saat itu, Marinus menghadapi dilema; pada satu sisi ia berharap dapat menduduki jabatan itu, namun pada sisi lain ia harus menyangkal Kristus, yang mengakibatkan ia kehilangan kehidupan kekal yang dianugerahkan Kristus. Akhirnya, Marinus memilih untuk tetap mempertahankan imannya, dan Arkheus mengeluarkan perintah untuk menghukum mati Marinus dengan cara Dipancung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar