Powered By Blogger

Kamis, 06 Oktober 2011

Belajar dari tokoh Alkitab


Nilai- nilai kristiani bukanlah slogan- slogan kosong tanpa makna. Berikut ini ada beberapa tokoh alkitab yang dapat diteladani dalam hal mereka memperjuangkan imannya dengan memilih tindakan atau sikap yang benar ketika menghadapi tantangan.

a.      Abraham ( Kej 12 – 19 )
                Melalui kehidupan dan sikap Abraham di dalam menghadapi berbagai tantangan, kita dapat belajar bagaimana kita sebaiknya bersikap bila diperhadapkan dengan tantangan. Ketika Abraham dipanggil Tuhan Allah kelur meninggalkan rumah orang tua dan sanak saudaranya ke negeri yang belum ia ketahui, menjadikannya bangsa besar, namanya akan diberkati dan mahsyur, dan menjadi berkat, ia segera mematuhi perintah-Nya tanpa bertanya dan bersungut- sungut. Abraham pergi tanpa kejelasan arah dan tujuan. Ia pergi hanya bermodalkan janji Tuhan.
             
              Itu membuktikan bahwa Abraham begitu percaya pada rencana Tuhan kepadanya. Di dalam perjalanan dari tanah Mesir, Abraham mengikutsertakan Lot, keponakannya. Ketika rombongan mereka sampai ke negeri yang sangat subur di daerah di dekat Betel, terjadilah perselisihan antara gembala- gembala Abraham dengan gembala- gembala Lot karena memperebutkan daerah penggembalaan. Mengetahui masalah tersebut, Abraham justru memberikan kesempatan kepada Lot, keponakannya untuk menentukan sendiri daerah yang terbaik bagi Lot dan rombongannya. Abraham tidak menentukan sendiri wilayah untuk para gembalanya dan mengusir Lot begitu saja. Abraham pun tidak menjadi sedih dan menyesal setelah Lot memilih daerah yang sangat subur untuk tempat perkemahannya, dan menyisakan daerah yang tidak subur baginya. Abraham menyerahkan sepenuhnya masa depannnya kepada Tuhan yang telah berjanji kepadanya.

b.      Yusuf  ( Kej 37 – 47 )
                Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Karena Yakub lebih mengasihi Yusuf daripada saudara- saudaranya, maka Yusuf dibenci oleh mereka. Kebencian mereka semakin besar ketika Yusuf menceritakan mimpinya yang aneh kepada saudara- saudaranya kepada pedagang dan membawanya ke Mesir untuk dijual sebagai budak.
                
                Di Mesir,sebagai orang asing dan budak, Yusuf mengalami banyak kesulitan seperti difitnah, dipenjara, dibohongi oleh orang yang telah ditolongnya. Tetapi, semua kesulitan itu tidak membuat Yusuf melupakan Tuhan, Yusuf dapat keluar dari segala kesulitan itu, bahkan kemudian ia diangkat menjadi Perdana Menteri Kerajaan Mesir. Suatu jabatan yang sangat tinggi, yang tidak mungkin didapat sendiri oleh Yusuf tanpa Tuhan. Bukankah ia datang ke Mesir sebagai budak belian saja…?
              Yusuf rela menderita demi mempertahankan kebenaran daripada mengikuti kenikmatan sesaat. Setelah Yusuf mendapat jabatan sebagai perdana menteri Kerajaan Mesir, ia mendapat kesempatan untuk membalas kejahatan saudara- saudaranya. Tetapi tidak dilakukannya, Yusuf memboyong saudara- saudaranya dan juga ayahnya ke Mesir untuk berkumpul dan tinggal bersama dengan dia.

c.       Daud ( 1 Samuel 16- 26 )
             Daud adalah tokoh yang sangat akrab dengan Tuhan Allah. Imannya yang sangat besar kepada Tuhan membuat ia mampu mengalahkan tentara raksasa bangsa Filistin, bernama Goliat, pada saat ia masih muda. Oleh karena prestasinya, ia diangkat oleh Raja Saul sebagai panglima perang. Lebih dari itu, imannya yang teguh membuat Allah memilih dia dari antara saudara- saudaranya yang gagah- gagah untuk diurapi menjadi Raja Israel menggantikan Saul. Tetapi justru karena urapan yang diterimanya dari Samuel itulah, Daud menjadi sangat dibenci oleh Saul. Daud akhirnya menyingkir dari negerinya sendiri karena dikejar- kejar dan hendak dibunuh oleh Saul.
             
             Sekalipun ia dibenci oleh Saul, namun ia tetap mengasihi Saul. Ia juga mengasihi Yonathan, anak Saul, yang menjadi sahabatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar