Jumat, 09 September 2011

Tumbuhan Lumut

Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh atau non-Tracheophyta dan tumbuhan berpembuluh atau Tracheophyta ( Yunani, trakhoia = saluran kecil, Phyton = tumbuhan ). Tumbuhan non-Tracheophyta adalah kelompok lumut, sedangkan kelompok Tracheopyta adalah tumbuhan paku- pakuan dan tumbuhan berbiji.


TUMBUHAN LUMUT ( BRYOPHYTA )


Bila diamati dengan cermat, tubuh lumut tidak memiliki bentuk seperti tumbuhan pada umumtubuhnya, yaitu memiliki akar, batang dan daun. Lumut ( Bryophyta ) merupakan tumbuhan darat yang tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun. Selain itu, tubuh lumut juga tidak mempunyai pembuluh angkut. Namun, lumut memiliki klorofil sehingga dapat digolongkan ke dalam kingdom Plantae. Sebagian lumut ada yang tubuhnya masih berupa talus ( lembaran ) dan ada yang sudah memiliki bagian  tubuh mirip dengan akar, batang dan daun. Oleh karena itu, lumut disebut sebagai peralihan antara tumbuhan bertalus ( Thalophyta ) dan tumbuhan berkormus ( Cormophyta ) yang memilki akar, batang dan daun.


Ø   
CIRI TUBUH

Ciri tubuh lumut meliputi ukuran, bentuk, stuktur dan fungsi tubuh:


-      Ukuran dan Bentuk Tubuh

Lumut berukuran makroskopik dengan tinggi rata- rata 1- 2 cm. Lumut tertinggi berukuran sekitar 40 cm. Dalam siklus hidupnya, lumut mengalami pergantian generasi, yaitu gametofit dan sporofit. Bentuk lumut yang sering kita lihat adalah jenis lumut gametofit. Gametofit adalah lumut yang menghasilkan sel kelamin ( gamet ).

Gametofit ada yang berbentuk lembaran, juga ada yang berbentuk tumbuhan kecil yang memiliki bagian menyerupai batang, daun ,dan akar yang berupa benang ( Rhizoid ).

Sporofit menumpang pada tubuh gametofit. Sporofit adalah lumut yang menghasilkan spora. Bentuk sporofit ada yang panjang seperti terompet attau seperti kapsul bertangkai panjang.


-      Stuktur dan Fungsi Tubuh

Tubuh lumut terdiri atas sel- sel yang memiliki kloroplas. Kloroplas mengandung pigmen klorofil untuk fotosintesis. Pada lumut berbentuk talus, sel- sel yang mengandung klorofil terutama berada pada jaringan sebelah atas. Sebaliknya, pada lumut yang berbentuk tumbuhan kecil, seluruh sel pada batang dan daunnya yang tidak sejati mengandung klorofil.

Tubuh lumut juga tidak memiliki jaringan pengangkut air dam mineral,, sehingga disebut sebagai tumbuhan tak berpembuluh, Air dan mineral diperoleh dengan cara difusi oleh setiap bagian tubuh lumut.

Tubuh lumut gametofit terdiri dari sel- sel dengan kromosom yang tidak berpasangan ( haploid = n ). Gametofit memiliki alat perkembangbiakan multiseluler yang disebut gametangium ( jamak: gamatangia ). Gametangium terdiri dari gametangium jantan dan gametangium betina. Gametangium jantan disebut anteridium ( jamak: anteridia ) sedangkan gametangium betina disebut Arkegonium ( jamak: arkegonia ). Anteridium menghasilkan banyak gamet jantan berfagelum ( spermatozoid ), sedangkan Arkegonium menghasilkan satu sel gamet betina ( ovum = sel telur ) yang tidak berflagelum dan berukuran lebih besar daripada spermatozoid. Gamet dihasilkan proses meiosis ( pembelahan reduksi ) yaitu pembelahan dua kali pada satu inti gamet menjadi empat inti gamet. Masing masing gamet mengandung kromosom yang tidak berpasangan ( haploid = n ).

Anteridium dan arkegonium dapat terletak bersama pada satu individu gametofit atau terpisah pada dua individu gametofit yang berbeda. Jika anteridium dan arkegonium terdapat pada satu gametofit, disebut lumut berumah satu ( monoseus ). Sebaliknya, jika anteridium dan arkegonium terpisah pada dua gametofit disebut lumut berumah dua ( dioseus ).Gametofit yang hanya memiliki satu anteridium disebut gametofit jantan , dan gametofit yang hanya memiliki satu arkegonium disebut gametofit betina.

Pada lumut gametofit terdapat lumut sporofit ( sporogonium ) yang terdiri dari sel- sel dengan kromosom yang berpasangan ( diploid = 2n ). Lumut sporofit selalu menumpang pada lumut gametofit untuk memperoleh air dan mineral. Lumut sporofit ada yang uniseluler ada yang multiseluler.

Lumut sporofit yang multiseluler berukuran lebih kecil daripada gametofitnya. Sporofit multiseluler pada sebagian besar lumut memiliki tempat pembentukan spora yang disebut kotak spora ( sporangium ).Kotak spora menghasilkan spora- spora dengan bentuk dan ukuran yang sama. Oleh karena itu, tumbuhan lumut dikatakan bersifat Homospora atau Isospora. Spora digunakan untuk reproduksi aseksual.



 
Ø  CARA HIDUP DAN HABIITAT


Lumut adalah organisme fotoautotrof yang dapat mensintesis makanannya sendiri. Air dan mineral yang dibutuhkan untuk fotosintesis diperoleh dengan cara difusi oleh bagian- bagian tubuhnya. Hal ini dilakukan oleh lumut gametofit. Cara penyerapan dengan difusi menyebabkan lumut cocok pada habitat yang lembab dan teduh, misalnya tanah, bebatuan, dan pohon.


Ø  REPRODUKSI


Lumut berkembangbiak secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan spora. Spora dihaslkan oleh pembelahan sporangium lumut sporofit  

 ( sporangium ). Spora yang dihasilkan sporofit adalah spora haploid. Spora tersebut tumbuh menjadi Protonema, kemudia tumbuh menjadi gametofit haploid

( n ).

Reproduksi seksual lumut terjadi karena adanya penyatuan gamet jantan

( spermatozoid ) dan gamet betina ( ovum ). Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum arkegonium. Spermatozoid kemudian bertemu dan membuahi ovum ( fertilisasi ). Pembuahan menghasilkan zigot yang diploid. Zigot membelah menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi sporofit yang diploid ( 2n).

Reprodusi lumut tersebut menunjukkan adanya pergiliran antara generasi Gametofit (n) dan generasi Sporofit (2n).  Pergiliran antara generasi gametofit dengan generasi sporofit disebut metagenesis. Pada lumut, gemetofit adalah generasi yang dominan dalam daur hidupnya.



Ø  KLASIFIKASI

Pengelompokkan berbagai jenis lumut menghasilkan tiga kelas, yaitu lumut tanduk (Anthoceratopsida), lumut hati (Hepaticopsida), dan lumut daun ( Bryopsida).

-      LUMUT HATI

Lumut hati mencakup kelompok lumut dengan tubuh berbentuk talus. Talus lumut hati berlobus seperti lobus pada hati manusia. Contoh lumut hati adalah Riccia nutans, Marchantia,  dan Lunuria. Marchantia  dan Lunuria memiliki stuktur khas yang terdapat pada gametofitnya, yaitu berupa mangkok yang mengandung kumpulan lumut kecil yang disebut gemma cup (kuncup).

Gemma dapat lepas dan tersebar di air, kemudian tumbuh menjadi lumut baru. Dengan demikian , pembentukan gemma melalui cara reproduksi aseksual dari Marchantia, selain dari spora. Spora (n) dihasilkan oleh sporangium. Sporangium terdapat pada sporofit (2n) yang terbentuk pada bagian bawah cakram arkegoniofor. Arkegoniofor adalah cabang pada gametofit betina berupa stuktur seperti jejari mekar pada sebuah cakram di tengah. Sporofit tumbuh dari embrio, sedangkan embrio tumbuh dari zigot yang merupakan hasil penyatuan spermatozoid (n) dengan ovum (n) di arkegonium. Arkegonium terdapat di bawah cakram arkegoniofor. Spermatozoid dihasilkan oleh anteridium yang tedapat pada bagian atas cakram anteridiofor. Anteridiofor adalah cabang pada gametofit jantan yang berupa stukutur seperti paayung dengan puncaknya berupa cakram.

Marchantia merupakan lumut berumah dua yang memiliki gametofit jantan dan betina. Gametofit lumut dapat memperbanyak diri dengan cara fargmentasi.



-      LUMUT TANDUK (Anthoceratopsida )

Lumut tanduk memiliki bentuk tubuh seperti lumut hati yaitu berupa talus. Namun sporofitnya berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduknya hanya memiliki satu kloroplas. Lumut tanduk terdiri dari 100 spesies, antara lain Anthoceros  sp.



-      LUMUT DAUN (Bryopsida)

Lumut daun juga  disebut sebagai lumut sejati. Lumut daun merupakan kelompok lumut terbanyak dibandingkan kelompok lumut lainnya, yaitu sekitar 10 ribu spesies. Bentuk lumut daun berupa tumbuhan kecil dengan bagian akar (rhizoid), batang, dan daun. Lumut daun hidup berkelompok membentuk hamparan tebal seperti beludru. Contoh lumut daun adalah Polytrichum dan Sphagnum. Polytrichum merupakan lumut berumah satu. Sprofity (sporogonium) Polytrichum tumbuh menjulur dari gametofit. Sporofit mempunyai klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Sporofit (2n) terdiri dari bagian kapsul dan seta (tangkai). Seta melekat pada gametofit untuk memperoleh air dan mineral. Bagian dalam kapsul membentuk sporangium untuk menghasilkan spora (n).

Saat sporofit masih muda, kapsulnya dilindungi oleh Kaliptra.Kaliptra akan lepas saat kapsul menjadi masak dan mengandung spora. Ujung kapsul yang masak ditutupi oleh penutup (operculum). Operculum akan terlepas saat jaringan yang melingkar di tepi operculum (annulus) pecah. Saat operculum lepas, spora tidak langsung tersebar karena adanya gigi peristom pada bagian sporangium yang sebelumnya tertutup operculum. Spora baru bisa terlepas jika udara kering untuk kemudian disebarkan oleh angin.

Ø 
MANFAAT LUMUT BAGI MANUSIA


Seperti organisme lain, lumut dapat memberikan manfaat bagi manusia jika diketahui potensi yang dikandungnya. Beberapa jenis lumut yang sudah di manfaatkan adalah Marchatia sebagai obat penyakit hepar ( hati), dan Sphagnum sebagai bahan pembalu dan sumber bahan bakar.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar