Powered By Blogger

Jumat, 09 September 2011

Sejarah Perkembangan Internet


A.     Apa itu Internet ?
Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network. Jika diterjemahkan secara langsung berarti jaringan yang saling terhubung. Internet adalah kumpulan komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dalam sebuah jaringan. Disebut jaringan yang saling terhubung karena internet menghubungkan komputer dan jaringan- jaringan komputer yang ada di seluruh dunia menjadi sebuah jaringan komputer yang sangat besar. Saat ini  diperkirakan terdapat ratusan ribu jaringan local yang terhubung ke internet.
Karena merupakan sebuah jaringan, maka sebuah computer yang terhubung ke internet berarti terhubung dengan semua computer di dunia yang juga terhubung ke internet. Semua computer yang terhubung ke internet dapat mengakses semua informasi yang terdapat di internet secara gratis.
Internet merupakan sebuah dunia yang tidak memiliki penguasa. Artinya semua orang yang mempunyai hak yang sama di internet. Karena itu, internet merupakan dunia yang bebas dimasuki tanpa harus terikat pada peraturan- peraturan Negara tertentu dan tanpa dibatasi oleh batas- batas wilayah teritorial Negara tertentu.
Ada dua peranan internet yang sangat penting, yakni :  (1) sebagai sumber data dan informasi, dan (2) sarana pertukaran data dan informasi. Sebagai sumber informasi, internet menyimpan berbagai jenis informasi dalam jumlah yang tidak terbatas. Kita dapat mengakses informasi apa pun di internet. Bahkan, jika ingin, kita juga dapat menempatkan informasi yang kita miliki di internet agat dapat diakses orrang lain.
Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu computer ke computer lain, tanpa dibatasi oleh jarak fisik kedua computer tersebut. Dua computer yang sama- sama terhubung ke internet dapat saling berkomunikasi  satu sama lain, atau  mempertukar data dann informasi.



B.     SEJARAH INTERNET
Pada tahun 1960-an Departemen Pertahanan Amerika Serikat khawatir akan kemungkinan terjadinya perang nuklir. Hal ini membuat dimulainya penelitian untuk menghubungkan computer- computer yang dimiliki depertemen pertahanan dalam sati instalasi. Computer tersebut diharapkan dapat saling berkomunikasi dan tetap bertahan jika perang benar- benar terjadi. Pada bulan Oktober 1962 dimulailah program riset computer di ARPA ( Advanced  Research Projects Agency ) dengan  Joseph Licklider sebagai ketua program pertama.
Pada tahun 1965 dengan bantuan dana dari ARPA, Larry Robert dan Thomas  Marill mencoba membuat koneksi Wide Area Network pertama. Mereka menghubungkan computer TX-2 di MIT dengan computer Q-32 di Santa Monica melalui jaringan telepon. Dari percobaan tersebut disimpulkan bahwa jaringan telepon dapat melewatkan data, namun tidak efisien karena menghabiskan bandwith dan mahal. Kleinrock memprediksikan model pengiriman paket data merupakan komunikasi antardua computer yang paling memungkinkan.
Pada tahun 1996 Bob Taylor dari ARPA menerima bantuan dana dari beberapa universitas di Amerika Serikat untuk melakukan percobaan membuat jaringan ya menghubungkan computer- computer dari sejumlah universitas yang mendanai percobaan ini. Tiga tahun kemudian jaringan itu berhasil dibuat yang disebut sebagai APRANET. Jaringan itu kemudian menjadi cikal bakal lahirnya internet.
Internet, yang pada saat itu disebut dengan ARPANET, pertama kali online pada tahun 1969. Pada awalnya ARPANET menghubungkan computer- computer di berbagai universitas di bagian Barat daya Amerika Serikat, antara lain University of California Los Angeles (UCLA), Stanford Research Institute, University of California Santa Barbara, dan University of Utah.
Pada bulan Juni 1970 beberapa universitas dan lembaga lain, seperti MIT, Harvard, BBN, dan Systems Development Corp (SDC) di Santa Monica, ikur bergabung. Selanjutnya pada bulan Januari 1971 giliran Stanford, Lincoln Labs milik MIT, Carnegie- Mellon, dan Case-Western Reserve University ikut bergabung. Beberapa bulan kemudian, lembaga- lembaga seperti NASA/Ames, Mitre, Burroughs, RAND, dan Univesitas Illionis juga ikut bergabung. Setelah itu, semakin banyak  lembaga- lembaga yang terhubung ke internet dan perkembangan internet pun semakin meluas dengan cepat. Namun, perkembangannya masih terbatas pada lembaga- lembaga tertentu saja.
Pada tahun 1971, Network Working Group menyelesaikan protocol Telnet. Protocol yang digunakan untuk mengakses sebuah computer dari jarak jauh. Selain itu, Network Working Group membuat kemajuan pada standar File Transfer Protocol (FTP), protocol yang digunakan  untuk mendownload file.
Pada tahun 1972, Ray Tomlinson dari BBN menulis program yang dapat mengirimkan surat secara elektronik melalui ARPANET. Tomlinson menggunakan symbol @ (dibaca: et) untuk menghubungkan nama pengguna (user name) dan alamat email      ( e-mail address ). Pada akhir tahun 1980-an, simbol @ kemudian digunakan sebagai standar di seluruh dunia.
Permasalahan yang timbul untuk menghubungkan jaringan- jaringan computer ke dalam ARPANET adalah banyaknya jaringan computer yang berbeda. Maka pada tahun 1973 dimulai pengembangan sebuah protocol yang di kemudian hari disebut protocol TCP/IP oleh sebuah kelompok yang dipimpin oleh Vintom Cerf dari Stanford dan Bob Kahn dari DARPA ( Defense Advanced Research Projects Agency). Protocol tersebut memungkinkan dua jaringan computer yang berbeda dapat berinterkoneksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain.
Pada tahun 1986 internet kemudian dipergunakan secara terbuka dan umum. Sejak saat itu penggunaan internet berkembang dengan sangat cepat ke seluruh dunia.
Pada tahun 1989 jumlah jaringan yang tergabung ke internet berkembang dengan pesat. Di bulan Januari jumlah jaringan yang terhubung ke internet sebanyak 80.000 buah kemudian bertambah menjadi 130.000 buah di bulan Juli dan melebihi 160.000 buah di bulan November. Beberapa Negara, seperti Australia, Jerman, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, dan Inggris terhubung dengan internet.
Pada tahun 1990 ARPANET resmi ditutup. Jaringan tersebut telah berkembang dari 4 jaringan computer tergabung di dalamnya menjadi 300.000 jaringan. Negara- Negara yang tergabung dalam jaringan internet telah mencakup  Argentina, Austria, Belgia, Brazil, Chile, Yunani, India, Irlandia, Korea Selatan, Spanyol, dan Swiss. Beberapa aplikasi internet, seperti  Archie, Gopher, dan WAIS mulai dipergunakan. Kemudian beberapa institusi, seperti Perpustakaan Obat Nasional Amerika Serikat dan Bursa Dow Jones mulai online ke internet.
Pada tahun 1993 dikembangkan aplikasi browsing yang dilakukan oleh Mozaic oleh Marc Andrreessen bersama timnya di National Center for Supercomputing Applications (NCSA). Andrreesen kemudian keluar dari NCSA dan menjadi otak di belakang Netscape Corp yang kemudian membuat Natscape, browser yang paling sukses. Sampai akhirnya, Microsoft mengembangkan Microsoft Internet Explorer.
Selain perkembangan jaringan pengguna, kemajuan internet juga disertai dengan perkembangan teknologi. Kecepatan koneksi menjadi hal yang penting, mengingat semakin besarnya kebutuhan akan sarana pertukaran informasi. Modem dengan kecepatan 56 kbps semula dianggap cukup memadai. Namun, saat ini menjadi kurang memadai, terutama untuk mengirimkan dan menerima aplikasi- aplikasi multimedia kualitas tinggi. Karena itu, dikembangkanlah teknologi Digital Subsriber Lines (DSL) yang mempunyai kemampuan untuk mengirimkan data lebih cepat.
Penggunaan jaringan nirkabel untuk koneksi ke internet juga sudah berkembang dengan baik. Saat ini kita dapat mengakses internet melalui jaringan nirkabel WiFi maupun melalui layanan GPRS dan 3G yang mempunyai kecepatan akses lebih tinggi dibandingkan jaringan kabel.
Pada tahun 1995 diperkirakan 25 juta orang telah menjadi pengguna internet. Data dari lembaga penelitian IDC menyebutkan bahwa pada tahun 1999 pengguna internet diperkirakan telah mencapai 196 juta orang, dan menjadi 502 juta orang pada tahun 2003. Menurut World Statistic, saat ini pengguna internet telah mencapai 1.076.203.987 orang tersebar di seluruh kawasan dunia. Jika penduduk dunia sebanyak 6.499.697.060 orang, berarti 16,56% penduduk dunia telah terhubung ke internet.

                                    Ray Tomlison
                              J.C.R.Licklider

1 komentar: